Sederhananya, rezeki itu bisa diibaratkan kupu-kupu. Berupa uang, dunia, harta, kesehatan dan lain-lain yang ingin kita kejar.
Selama ini yang diajarkan di sekolah adalah bagaimana caranya menangkap kupu-kupu. Diajarkan caranya mencari rezeki yaitu dengan mengambil jaring, lalu menangkap kupu-kupu.
Jika kupu-kupu sudah dikejar, ditangkap, lalu dimasukin ke dalam sangkar, besoknya menangkap kupu-kupu lagi. Lama-lama kupu-kupunya banyak. Nah, ketika mau menikmati atau bermain dengan satu kupu-kupu, tentu saja orang akan membuka pintu sarang.
Lalu apa yang terjadi? Sambil mikir lihat dulu Diary Garputala
Kupu-kupunya banyak yang terbang keluar. Kira-kira, gimana perasaan kita?
Galau, cemas, gundah gulana pastinya, tak ada ketenangan. Tak ada kebahagiaan.
Nah, harusnya gimana dong?
Kalau kita ingin menikmati atau bermain dengan kupu-kupu, maka mengapa kita tidak membangun taman?
Ketika kita membangun taman, menanam tanaman, saat tanamannya berbunga, maka datanglah kupu-kupu. Semakin lama kupu-kupu semakin banyak. Kalau sudah banyak, tentu kita akan merasakan kebahagiaan. Ngga akan punya rasa khawatir kupu-kupunya bakal terbang, karena ada banyak bunga di taman yang kita buat.
Jadi, cara nyari rezeki itu sederhananya adalah dengan membangun taman. Kalau membangun taman, kupu-kupu dengan sendirinya akan berdatangan.
Ini mungkin yang sebagian besar kita tinggalkan. Yang kita cari adalah kupu-kupu.
Maka sekarang coba ganti fokus. Fokuslah pada 3 hal ini:
*1. Pikiran Yang Positif (Positif Thinking)*
Segala sesuatu itu bagus, indah. Jika menemui hal yang tak bagus, tetap ambil sisi positifnya. Misal kita terjebak macet sekalipun, bilang aja jalanan 'penuh'. Kalau penuh, konotasinya positif. Kalau masih punya 'hutang', anggap itu adalah 'amanah' dan sebagainya.
*2. Ketenangan Jiwa (Positif Healing)*
Mendiidik jiwa supaya tenang. Ketenangan jiwa ini hanya bisa didapatkan dengan ibadah. Butuh bantuan Allah, tidak bisa sendiri. Upayanya salah satunya adalah dengan mendatangi majelis-majelis ilmu, karena di majelis ilmu ada malaikat sehingga terasa damai.
*3. Positif Motivation*
Positif motivation di sini berarti ketika kita melakukan sesuatu sejatinya adalah membahagiakan orang lain. Ini nanti ada sendiri pembahasannya yang panjang.
Jika sekolah tak mengajarkan ketiga hal ini, maka sekolah itu tidak penting. Sebaliknya, jika sekolah mengajarkan ketiga hal ini maka itu bagus, penting dan perlu dikejar.
Ustadz Nasrullah
Penulis Buku Magnet Rezeki dan Diary Garputala
Penulis Buku Magnet Rezeki dan Diary Garputala

Comments
Post a Comment