Pada zaman itu, sahabat-sahabat Rasulullah sebagian besar adalah orang yang kaya raya. Umar bin Khattab misalnya, beliau memiliki 70.000 ladang pertanian. Kekayaannya jika dirupiahkan sekitar 233 miliar per bulan (zaman sekarang). Itu artinya beliau adalah orang yang sangat kaya. Namun, hartanya disedekahkan untuk umat Islam di zamannya. Kehidupan beliau sendiri sangat sederhana, beliau tidur di atas pelepah kurma, baju hanya 2 potong, makan juga secukupnya saja.
Ada juga yang lebih kaya lagi. Beliau Abdurrahman bin Auf, kekayaan beliau melebihi sahabat-sahabat Rasulullah yang lain.
Bahkan, Ustman bin Affan hingga saat ini kabarnya masih memiliki rekening yang dengan rekening itu masih bisa dimanfaatkan untuk umat Islam. Inilah yang sejatinya disebut sebagai Khoirukum anfauhum linnnas. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.
Bicara tentang konsep rezeki, jika digambarkan, rezeki Allah itu seperti air bah. Turun seperti hujan dari atas ke bawah. Nah, semestinya semua orang yang ada di bawah pasti akan mendapatkan rezeki itu. >>>Buku Diary Garputala<<<
Namun, ternyata ada orang-orang yang tak mendapatkan rezeki, disebabkan karena mereka menahan, membentengi, memberi perisai pada dirinya dari rezeki itu, sehingga rezeki tidak datang padanya.
*Perisai* itu bernama *DOSA*
Mereka teramat sangat mencintai perisainya itu lalu ia hidup dengan perisainya. Mereka menganggap perisai itulah kehidupannya.
Jika mereka lepaskan perisai itu, niscatya Allah akan mendatangkan rezeki padanya.
Lalu kini pertanyaannya adalah, seberapa cinta kita terhadap DOSA kita?
Mari kita renungkan ya teman-teman...

Comments
Post a Comment